Maret 2014

Sabtu, 22 Maret 2014

Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan


Bismillahirrohmanirrohim

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjN_tocByU6zfZJiDA-PKaapfuqCO23ITluwJpED9ZP_wg9ncNGAMa0DEFFnO3F8l1ry3cc74csLB9Is41eH44Jxlvp72PhcmFgs4nxy5oBksQzC8Zb42sNBiXYEJolRCs1O3Ej87L8Ag/s1600/cara-sukses.jpg 
 
Saat sedang menaiki motor, saya kepikiran dengan cobaan yang Allah berikan kepada saya. Entah apakah ini cobaan atau Dia sedang menunjukkan betapa sayang-Nya Dia kepada hamba-Nya yang lemah dan lalai dalam mengingat-Nya.

Saya pun teringat dengan surat Al-Insyirah dimana dalam surat itu. ayat Fa inna ma’al usri yusra Inna ma’al usri yusra yang artinya Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan diulang dua kali.

Yang saya tangkap dari ayat itu. Allah memberikan kesulitan pasti disertai dengan kemudahan, begitu pula dengan sebaliknya. Lalu Allah mempertegas lagi dengan bukti Dia mengulang lagi kalimat itu. Maka benarlah dan saya yakini setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Lalu lanjutan ayat itu, fa idza faraghta fanshab yang artinya Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).

Saya pun mencerna maksud ayat tersebut, dan benarlah alasan-alasan orang sukses dan kaya itu karena memang setelah mengalami kegagalan akan mengalami kesuksesan dan mereka tidak berhenti mencoba dan tetap bekerja keras. Hingga dalam surat Al-Insyirah Allah membuktikan janji-Nya dengan memberikan kesuksesan atau kemudahan setelah kesulitan atau kegagalan.

Lalu surat itu pun ditutup, dengan ayat wa ilaa rabbika farghab yang artinya  dan hanya kepada Tuhanmu-lah engkau berharap.

Saya pun kembali mencerna ayat tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, pasti semua pernah merasakan bahwa berharap kepada manusia atau selain Allah SWT pasti mendapat kekecewaan. Tidak usah jauh-jauh kadang kita berharap kepada teman kita untuk menolong. Tapi nyatanya, saat kita berharap ia menolong kita, seringkali malah sebaliknya. Betul kan? Memang benar, tidak ada tempat bergantungnya harapan atau mimpi selain kepada Allah SWT.

Ayat penutup surat itu benar-benar mengajarkan rumus sukses menurut saya. Dimana rumusnya adalah sebagai berikut




Diantara panah hitam itu, selipkan harapan hanya kepada Allah SWT agar usaha atau ikhtiar yang kita jalani disukseskan oleh Allah SWT. Mungkin usaha kita sering gagal karena kita lupa menyelipkan harapan kepada Allah SWT untuk mensukseskan ikhtiar kita.

Sungguh Alqur’an itu adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Wallahu alam bishawab