The Memories (Special Edition)

Minggu, 24 Februari 2013

The Memories (Special Edition)



                Bab ini khusus tapi gak spesial gw tulis utk teman baik sekaligus teman terabstrak gw, Muhammad Fauzan. Dari dia gw dapet pengalaman lucu nan aneh yg akan selalu gw inget kalau ngeliat dia. Ibarat pelawak dan alien dia memberikan keduanya, kelucuan dan keanehan.  Beliau biasa dipanggil Ojan kenapa gw manggil dia beliau karena dia lebih tua dari gw. Umur dia 18 tahun dan mukanya sudah menandakan bahwa dia ingin segera tutup usia apalagi ditambah dengan uban-uban di sekujur rambutnya. Oke, gw deskripsikan seperti apa dia. Yang pasti kalau kalian pertama kali ketemu dgn orang satu ini yang akan kalian ingat adalah senyum menawan dari dirinya yang menyerupai seperti orang lapar. Tinggi dia adalah 167 cm ukuran ideal kalo sekali liat tetapi tidak untuk berat badannya yang hampir sama dgn berat 3 gas elpiji yg tidak bersubsidi. Apalagi ditambah dengan keseksian perutnya yg Six-Lipetan atau buncit. Dia hobi menggunakan sepatu kulit dia sendiri alias nggak bersepatu atau dengan kaos kaki yg nggak ada alasnya lagi. Cukup pendeskripsiannya, karena kalian bisa menyimpulkan kalau dia aneh.
                Keanehan dia itu adalah saat menyapa orang.  Misalnya begini, Ojan  berada diarah jam 2 depan mata dgn radius sekitar  100 meter, sangat jauh utk ukuran semut. Tiba-tiba dia berteriak menyapa kita dengan berteriak  “Oy” dari kejauhan sambil berlari ke arah kita dengan menggunakan sepatu pantofel dengan gigi menyeringai seperti orang lapar karena itu ciri khas dia sambil mendekat ke kita dan bicara “Oy, apa kabar?” kemudian, tanpa menunggu kita utk membalas dia kembali lagi berlari ke tempat asalnya dgn berlari-lari. Tak hanya satu orang, mungkin setiap cowok yg ditemuinya akan disapanya dengan cara begitu. Sayangnya, utk cewek dia hanya berani menyapa lewat angin, kentut misalnya. Lama kelamaan pun Ojan mendapat julukan  Ojan “Yang selalu lari-lari” mungkin itulah cara dia utk diet. Tapi belakangan ini dia sering terkena masalah sehingga julukan dia bertambah menjadi Ojan “Yang selalu lari-lari (dari masalah)”
                Saat tinggal di asrama Ojan adalah Bank Makanan utk asrama cowok. Jadi saat anak cowok kelaparan dan membutuhkan makanan maka mereka akan menemui Ojan dan mengucapkan password  yaitu “Pop Mie”. “Jan, Popmie” kata Daus teman gw yg tinggi besar dan mempunyai ciri khas di dagunya. Maka tanpa berkata-kata lagi Ojan kembali ke asramanya dan mengambil Pop Mie. Tapi, Ojan juga bisa menolak kalau ternyata Pop Mie yg diminta ingin dia makan. Namun, sayang jika Ojan menolak maka tiba-tiba dia akan merasakan tubuhnya menjadi sandsack tinju. Daus pun berkata “Pelit sekali sih elo” tiba-tiba satu kepalan tinju mendarat di lengan Ojan dengan kecepatan kupu-kupu hinggap nggak sakit memang. Tapi itulah trik jitu utk (memaksa) meminta makanan dgn Ojan. Ojan pun langsung memberikan Pop Mie atau makanan lainnya atau kadang dia berjanji akan memberikan makanan di kantin walaupun 85% janjinya sangat diragukan.  Anggap saja sisi positif dari Ojan adalah dia tipe cowok yg tidak suka mencari masalah walaupun masalah yang selalu mencarinya.

1 komentar :