The Memories (Special Edition)
Bab ini khusus tapi gak spesial gw
tulis utk teman baik sekaligus teman terabstrak gw, Muhammad Fauzan. Dari dia
gw dapet pengalaman lucu nan aneh yg akan selalu gw inget kalau ngeliat dia.
Ibarat pelawak dan alien dia memberikan keduanya, kelucuan dan keanehan. Beliau biasa dipanggil Ojan kenapa gw manggil
dia beliau karena dia lebih tua dari gw. Umur dia 18 tahun dan mukanya sudah
menandakan bahwa dia ingin segera tutup usia apalagi ditambah dengan uban-uban
di sekujur rambutnya. Oke, gw deskripsikan seperti apa dia. Yang pasti kalau
kalian pertama kali ketemu dgn orang satu ini yang akan kalian ingat adalah
senyum menawan dari dirinya yang menyerupai seperti orang lapar. Tinggi dia adalah
167 cm ukuran ideal kalo sekali liat tetapi tidak untuk berat badannya yang
hampir sama dgn berat 3 gas elpiji yg tidak bersubsidi. Apalagi ditambah dengan
keseksian perutnya yg Six-Lipetan atau buncit. Dia hobi menggunakan sepatu
kulit dia sendiri alias nggak bersepatu atau dengan kaos kaki yg nggak ada
alasnya lagi. Cukup pendeskripsiannya, karena kalian bisa menyimpulkan kalau
dia aneh.
Keanehan
dia itu adalah saat menyapa orang.
Misalnya begini, Ojan berada
diarah jam 2 depan mata dgn radius sekitar
100 meter, sangat jauh utk ukuran semut. Tiba-tiba dia berteriak menyapa
kita dengan berteriak “Oy” dari kejauhan
sambil berlari ke arah kita dengan menggunakan sepatu pantofel dengan gigi
menyeringai seperti orang lapar karena itu ciri khas dia sambil mendekat ke
kita dan bicara “Oy, apa kabar?” kemudian, tanpa menunggu kita utk membalas dia
kembali lagi berlari ke tempat asalnya dgn berlari-lari. Tak hanya satu orang,
mungkin setiap cowok yg ditemuinya akan disapanya dengan cara begitu. Sayangnya,
utk cewek dia hanya berani menyapa lewat angin, kentut misalnya. Lama kelamaan
pun Ojan mendapat julukan Ojan “Yang
selalu lari-lari” mungkin itulah cara dia utk diet. Tapi belakangan ini dia
sering terkena masalah sehingga julukan dia bertambah menjadi Ojan “Yang selalu
lari-lari (dari masalah)”
Saat
tinggal di asrama Ojan adalah Bank Makanan utk asrama cowok. Jadi saat anak
cowok kelaparan dan membutuhkan makanan maka mereka akan menemui Ojan dan
mengucapkan password yaitu “Pop Mie”.
“Jan, Popmie” kata Daus teman gw yg tinggi besar dan mempunyai ciri khas di
dagunya. Maka tanpa berkata-kata lagi Ojan kembali ke asramanya dan mengambil
Pop Mie. Tapi, Ojan juga bisa menolak kalau ternyata Pop Mie yg diminta ingin
dia makan. Namun, sayang jika Ojan menolak maka tiba-tiba dia akan merasakan
tubuhnya menjadi sandsack tinju.
Daus pun berkata “Pelit sekali sih elo” tiba-tiba satu kepalan tinju mendarat
di lengan Ojan dengan kecepatan kupu-kupu hinggap nggak sakit memang. Tapi
itulah trik jitu utk (memaksa) meminta makanan dgn Ojan. Ojan pun langsung
memberikan Pop Mie atau makanan lainnya atau kadang dia berjanji akan
memberikan makanan di kantin walaupun 85% janjinya sangat diragukan. Anggap saja sisi positif dari Ojan adalah dia
tipe cowok yg tidak suka mencari masalah walaupun masalah yang selalu
mencarinya.
ngakaknya sampe tumpeh-tumpeh kwkwkw
BalasHapus