ITS Online Dan Kenangannya
Tepat, hampir tiga tahun yang lalu, ada seorang mahasiswa asal Palembang yang diterima di salah satu lembaga semi-profesional sebuah kampus ternama di Indonesia timur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Ketika itu ia melihat sebuah poster open recruitment yang terpajang di papan pengumuman jurusan kampusnya. Tak terlalu bagus namun tulisan Don't try if you aren't good enough yang terpampang di poster itu menarik mata si pemuda.
Waktu itu, kekuatan media sosial belum sekencang sekarang, belum banyak yang bisa pemuda itu ketahui tentang poster open recruitment yang ia lihat di papan pengumuman. Namun yang ia hanya tahu waktu itu, nama poster itu adalah open recruitment ITS Online.
Pemuda itu pun mengikuti seleksi dari open recruitment yang tertera di poster itu tanpa tahu pada organisasi atau lowongan apa yang ia daftarkan. Seolah takdir menuntunnya ke tempat itu. Menuntun ke tempat penuh misteri yang tertutupi oleh hingar bingar ruang perpustakaan di bawahnya.
Mulai tahap adminstrasi sampai tes wawancara dilalui pemuda itu satu per satu. Hingga pemuda itu diterima dan masuk dalam tahap seleksi akhir open recruitment poster itu. Pada tahap seleksi akhir atau On the Job Training (OJT), barulah ia sadar tentang pekerjaan yang akan ia lakukan di tempat itu, tempat yang ia ikuti proses seleksinya. Pemuda itu mengabadikan kenangan yang ia rasakan ketika terpilih masuk menjadi OJT dalam sebuah tulisan berjudul The Beginning.
Namun, di perjalanan seleksi, hingga hampir selesai proses tahapan seleksi tersebut, pemuda itu pun sempat galau hingga ia menuliskannya di postingan berjudul Gundah.
Perasannya tak menentu, berkecamuk apalagi kesibukan mahasiswa baru dengan pengaderannya memenuhi rongga batinnya. Waktu itu, apa yang ia lakukan bertolak belakang dengan rencana yang akan ia lakukan di kampus yaitu membangun sebuah kerajaan bisnis.
Tetapi, pemuda itu tetap tidak menyerah dengan perasaan galaunya, ia tetap mempersilahkan takdir akan membawanya ke mana. Ia mempersilahkan takdir menentukan life plan kehidupan kampusnya.
Hingga ia teringat pada suatu ayat dalam kitab suci,"Boleh jadi kamu membenci sesuatu namun baik bagimu, boleh jadi kamu menyukai sesuatu namun jelek bagimu."
Kalimat atau ayat itu ia pegang erat selama menjalani proses seleksi akhir. Hasilnya, memang tidak semaksimal seperti yang ia harapkan dibanding tahapan seleksi sebelumnya karena ia merasa apa yang ia lakukan akan bertentangan dengan yang ia inginkan untuk kehidupan kampusnya.
Maklum lah, pemuda ini mempunyai sifat visioner yang turun dari ayahnya sehingga apa pun yang dilakukan harus berpengaruh untuk masa depannya.
Waktu seleksi selama satu bulan dalam tahap terakhir itu punakhirnya habis, pengumuman proses seleksi sudah diumumkan di website resmi ITS, tidak ada niat bahwa pemuda itu ingin diterima dalam proses seleksi itu namun, namanya tercatat di daftar kru resmi proses open recruitment itu.
Sejak saat itu, ia pun resmi diterima dan siapa sangka, kesempatan yang ia ambil yaitu mengikuti proses seleksi yang ia ikuti saat masih menjadi mahasiswa baru itu lah yang mengantarkan dia ke kesempatan-kesempatan lain di kampus. Kesempatan awal yang menjadikannya pembicara bisnis, penulis buku dan pengusaha muda.
Jika anda menebak siapa pemuda itu, perkenalkan, pemuda itu adalah saya sendiri, penulis blog ini.
Setiap orang pasti mempunyai kenangan. Kenangan tentang seseorang atau sebuah tempat yang membesarkan namanya. Dan salah satu kenangan yang saya ceritakan di atas adalah awal mula saya menginjakkan kaki di kantor kecil di lantai enam Perpustakaan ITS.
ITS Online adalah media resmi pemberitaan yang ada di kampus perjuangan atau Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tidak banyak yang tahu mengenai lembaga semi-profesional satu ini. Bagaimana tidak? kerja mereka semua dibalik layar. Mulai dari pencarian informasi acara, peliputan acara, hingga berita naik di website ITS semua dilakukan dibalik layar. Tiba-tiba sudah ada saja berita baru terupdate di website ITS 1x24 jam. Tak semua orang tahu bahkan mahasiswa ITS sendiri kalau ada lembaga semi-profesional ini.
By the way, kenapa saya menyebutnya lembaga semi-profesional? karena posisi ITS Online sendiri yang berada langsung di bawah Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program (BKPKP) selaku Hubungan Masyarakat (Humas) ITS. Kemudian akan segera di bawah Sekretaris Institut karena transisi ITS yang menjadi PTN-BH. Posisi itulah yang membuat ITS Online bisa dibilang lembaga semi-profesional, apalagi kita bekerja dan kita dibayar.
Prolog
Lalu, apa menariknya sih ITS Online? Nggak ada....
Yang menarik adalah orang-orang di dalamnya.
Mulai dari kahima, menteri BEM, jawara PKM, pengusaha, sekjend, pembicara mancanegara, fotografer amatir, arsitektur, insinyur, manajer, programmer, penerima beasiswa berprestasi semua pernah menjadi bagian dari ITS Online (Kru dan alumninya).
Kerjanya? Monoton kok, rapat redaksi tiap selasa atau rabu malam, rapat redaktur tiap minggu, kalau rapat pun ya plotting, evaluasi dan diskusi apa aja dari info off the record birokrasi sampai gosip di mahasiswa. Kalau liputan pun ya juga itu aja...datang ke venue acara, wawancara, nulis berita, upload, kalau beritanya bagus diapresiasi kalau jelek dievaluasi. Itu aja sih...nggak spesial. Semua lembaga semi-profesional lingkup kampus menurut saya bisa melakukan itu.
Tapi...lagi-lagi bukan itu menariknya. Menariknya orang-orang di dalamnya semua profesional dan nggak bisa duduk manis kalau nggak melakukan apa pun. Meski kerjaan di ITS Online itu mempunyai workload yang cukup tinggi karena rata-rata satu liputan itu lebih dari 3 SKS, reporter ITS Online nggak pernah stop hanya sampai di situ. Mereka bisa menempatkan diri. Mana waktu kerja buat jadi kru ITS Online (reporter dan redaktur) dan mana waktu buat kuliah dan kegiatan non-akademik lainnya.
Mereka, (reporter dan redaktur ITS Online,red) tetap aktif baik di organisasi mahasiswa, UKM, bisnis sendiri, jurusan dan organisasi ekstra kampus. Bahkan sering kali setiap tahun mereka menggondol piala dari suatu perlombaan. Atau tiba-tiba ada aja yang pergi ke luar negeri entah buat exchange, proyek sosial, konferensi paper internasional atau sekedar jalan-jalan :D
Menjadi bagian dari mereka adalah salah satu kesempatan terbaik yang diberikan oleh kampus perjuangan. Saya menyebut salah satu karena memang banyak kesempatan terbaik yang diberikan oleh kampus perjuangan dan bergabung di ITS Online adalah salah satunya.
Kenapa?
Klimaks
Semenjak, menjadi reporter ITS Online sejak 10 Desember tahun 2013 terhitung sudah 2 tahun lebih saya merasa hidup saya bukan lagi sekedar kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) atau kubis (kuliah bisnis). Tidak bisa dipungkiri, banyak sisi kehidupan kampus saya berjalan mulus karena menyandang predikat wartawan atau jurnalis ITS Online.Bahkan tidak banyak yang tahu, pengalaman berbisnis saya pertama kali saya dapat karena mewawancarai salah satu mahasiswa pengusaha yang mempunyai bisnis.
Jika dijelaskan ini lah keuntungan yang saya dapat semenjak bergabung menjadi jurnalis ITS Online, yaitu ;
1. Curriculum Vitae (CV) lebih mentereng
Tulisan pengalaman bekerja atau working experience di CV memperindah bobot CV yang saya punya. Tidak banyak lembaga yang menawarkan bisa part-time tapi kita bisa memilih waktu kerjanya bahkan tengah malam (Ya iya lah, yang namanya waktu liputan nggak kenal waktu masbro...) Setiap melakukan tahap wawancara tak jarang, si penanya atau interviewer menanyakan tentang ITS Online karena yang nggak ada sangkut pautnya dengan keilmuan yang saya tekuni di ITS. Usut punya usut, setelah saya pernah bertanya kepada salah seorang Human Resources sebuah perusahaan, mempunyai lebih dari satu skill menjadi daya jual yang lebih dibandingkan yang lain.
2. International Relationship
Semenjak akan dan sudah diberlakukannya MEA, ITS Online menggalakkan program International Day untuk berdiskusi dengan teman-teman mancanegara via online dan offline dari negara-negara tetangga dengan bahasa Inggris (sekaligus melatih skill wawancara). Tak pelak, relasi orang-orang ITS Online bukan lagi lingkup nasional tapi internasional. Bahkan di lingkup nasional, sekelas walikota, public figure, pejabat pemerintahan bisa dikenal oleh wartawan ITS Online. Tak jarang, dosen yang mengenal ada mahasiswanya yang menjadi wartawan ITS Online kerap meminta mereka untuk menjadi kontributor majalah atau pemberitaan jurusan. Dan bagi orang yang sadar tentu relasi adalah aset hidup yang paling mahal dan berharga.
3. Journalistic is supporting system
Skill menulis adalah keahlian pendukung yang sangat mujarab. Hampir setiap hari pasti yang namanya mahasiswa tak lepas dari kerjaan menulis. Di ITS Online, hampir setiap hari kita menulis berita yang telah kita liput. Dari skill menulis ini ternyata berdampak pada penulisan karya tulis ilmiah, paper, buku dan output tulisan yang dihasilkan oleh kru ITS Online. Kalau ditanya kenapa kru ITS Online suka nulis karya tulis atau novel atau bahkan
4. Up to date
Yang menarik tapi monoton dari rapat redaksi adalah kita wajib membagikan informasi yang bisa diiliput yang kita tahu dari barat sampai timur, utara sampai selatannya ITS. Setelah sharing, semua kru pun wajib mem-plot informasi yang didapat itu. Bagusnya, kru ITS Online selalu tahu lebih dulu jika menyoal tentang apa yang terjadi di kampus, termasuk gosip mahasiswa.
5. Komunikatif top
Karena sering wawancara orang, keahlian berbicara kru ITS Online bahkan termasuk diskusi ringan sampai berat atau pun gosip menjadi top. Tak jarang, kru ITS Online kerap diundang menjadi pembicara atau pengisi materi di pelatihan jurnalistik baik di dalam atau luar kampus atau pelatihan lainnya yang menyoal soal jurnalistik. Kemampuan komunikasi juga meningkat karena terbiasa wawancara dan memahami karakteristik orang yang diwawancarai. Dan keahlian ini sadar ga sadar adalah tool bagi seseorang untuk survive di dunia sosial.
6. Open Minded
Kru ITS Online nggak hanya berasal dari satu jurusan tapi hampir semua jurusan yang ada di ITS. Ideologi mahasiswanya tentu berbeda dengan mahasiswa satu dengan yang lain. Jika kru yang berasal dari Fakultas Teknologi Informasi berbicara mengenai ngoding, kru dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan bakal ngomong mengenai desain atau tata wilayah kota. Ada banyak puluhan kepala disini, hal itu lah yang membuat kru ITS Online lebih terbuka dan tidak terkotak-kotak dengan ideologi yang ada di jurusan atau istilahnya open-minded. Apalagi kode etik jurnalistik yang mengharuskan wartawan netral sangat terasa di sini.
7. Tempat re-charge paling ajib
Kantor ITS Online jika dibuka untuk umum berpeluang besar menjadi tempat nongkrong mahasiswa yang suka diskusi paling asik. Selain selalu buka 24 jam dan full AC 24 derajat celcius, Internet 10 Mbps (karena sebelahan dengan server ITS), full kopi buat yang suka ngopi dan bisa sleep over-night setiap hari, kantor ITS Online nggak pernah sepi dengan diskusi renyah kru-nya. Bisa saja yang tadinya sibuk ngerjain tugas kuliah di kantor, bakal ninggalin sejenak tugasnya untuk ikut berdiskusi baik mengenai lomba, pengalaman krunya yang habis liputan atau keluar negeri, atau politik dari Nasional sampai politik kampus. Yes, I guarantee they won't be apolitical. Masuk ke dalam kantor ITS Online menjadi tempat mengecas jasmani dan rohani paling super di sudut kampus ini.
Epilog
Cukup panjang sudah saya membahas mengenai ITS Online namun belum memperkenalkan orang-orang di dalamnya.
Jika ingin Tepe tepe, silahkan datang ke Kantor ITS Online Perpustakan ITS Lantai 6 pukul 08.00 - 17.00. Namun karena keterbatasan waktu dalam menulis, singkatnya ini lah 24 kru ITS Online periode 2016/2017.
![]() | |||
| 24 Kru ITS Online periode 2016/2017 |
Mereka lah penyemangat saya untuk bertahan mengemban amanah sebagai Kordinator Liputan ITS Online yang insya Allah akan saya emban selama satu tahun mendatang.
Isi data diri disini http://intip.in/OprecITSOnline & Isi formulir lengkapnya disini http ://intip.in/FormITSOnline.
FAQ http://intip.in/FAQITSOnline
Deadline 6 Oktober 2016, 23.59 WIB


