Seseorang Akan Diuji Dengan Apa Yang Ia Ucapkan
![]() |
| Source : photobucket |
Kalau kita pemerhati media sosial, tentu kita tahu bahwa
berita salah satu motivator papan atas Indonesia sedang wara-wiri diberitakan
di media online. Tidak tahu apakah ini salah satu strategi media untuk mengalihkan
kita kepada isu besar yang ada di Indonesia bagian antah berantah yang sengaja
ditutupi dengan pemberitaan seperti ini, karena memang pola yang dibuat media
selalu seperti ini.
Namun, bukan soal itu yang akan saya tulis di kolom opini
ini, saya mengajak pembaca untuk menganalisis dari kejadian atau pemberitaan
mengenai sang motivator papan atas tersebut. Tidak untuk membicarakan
kejelekannya, yang kita ambil adalah sisi lain dari kejadian ini.
Seseorang akan diuji
dengan apa yang ia ucapkan.
Kawan, sadarkah kalimat di atas sungguh benar adanya. Ketika
kita mengucapkan sesuatu baik berupa motivasi, teguran, nasehat atau malah
janji kita akan diuji dengan apa yang kita ucapkan.
Setiap orang akan diuji dengan apa yang ia ucapkan. Ada
banyak orang di Dunia ini, yang sering mengucapkan kata-kata motivasi, seruan
kebaikan, penyemangat atau kritikan.
Tak lepas dari setiap profesinya, baik motivator, da'i,
bahkan sekelas CEO sebuah perusahaan pasti juga kerap mendengungkan kalimat
motivasi atau seruan kebaikan untuk dirinya sendiri atau orang lain. Bahkan,
kita juga tak lepas dgn mengucap kata kebaikan kepada teman kita berupa
nasehat, ajakan atau mungkin teguran.
Tetapi, sadarkah kita bahwa setiap apa yang kita ucapkan
akan diuji nantinya?
Contoh, seorang CEO memotivasi anak buahnya untuk produktif
dimulai dgn bangun pagi dan produktivitas kerja. CEO tersebut mengucapkan dgn
begitu yakin kepada anak buahnya.
Tetapi, jika sang CEO hanya sekedar mengucapkan apakah
perkataannya akan didengarkan? ternyata ia perlu diuji yaitu dengan menerapkan
apa yang ia ucapkan. Sama hal, seorang penceramah yang mengajak orang lain pada
seruan kebaikan. Jika ia tidak diuji terlebih dahulu untuk membuktikan
ucapannya apakah ia bisa didengarkan oleh orang lain?
Hubungannya dengan motivator yang saya sebutkan di atas,
beliau pun juga menghadapi fase seperti itu. Setiap kalimatnya yang mengajak
pada kebaikan yang mana kita tahu bahwa muaranya kebaikan adalah ujung-ujungnya
Tuhan, yaitu meyakini atau beriman bahwa ada Tuhan yang ikut campur dalam
setiap urusan kita.
Setiap ucapan kita pasti akan diuji. Sekelas motivator
seperti beliau saja yang berkata baik diuji seperti itu. Di antara kita,
mahasiswa contohnya, juga banyak yang mengucapkan sesuatu baik berupa kalimat
motivasi, kritikan, teguran apalagi janji, terlebih janji kampanye sebagai
seorang pemimpin, atau janji hal lain. Setiap kita akan diuji dengan apa yang
diucapkan.
Tulisan ini bukan untuk menakuti agar kita berhati-hati
terhadap apa yang kita ucapkan walau sedikit menyerempet ke arah itu. Namun,
lebih menekankan bahwa jangan terkejut ketika ucapan yang kita lontarkan akan
diuji karena itu memang sudah kodratnya. Bahwa setiap apa yang kita ucapkan
harus diuji. Baik dibuktikan atau dikerjakan.
Diuji adalah agar kita mendapat predikat Teruji. Teruji oleh
ujian yang datang kemudian. Seseorang akan diuji dengan apa yang ia ucapkan.
Seperti yang tercantum dalam kitab suci, apakah kamu mengira bahwa kamu akan
dibiarkan mengatakan kamu telah beriman sedang kamu belum diuji?

0 comment :
Posting Komentar