Mimpi Saya Untuk Indonesia
Masih teringat dalam pikiran saya ucapan Founding Father Indonesia yang pertama,
Ir Soekarno, beliau pernah mengatakan, berikan aku 1000 orang tua maka akan aku
cabut Semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda maka akan aku guncang dunia.
Walaupun saya tentu tidak hadir pada saat ia mengatakan demikian, namun perkataannya
sungguh membekas dalam benak saya. Betapa tidak? Dari perkataannya pun saya menganalisa,
bahwa Soekarno pun menyadari hanya pemuda lah yang bisa membawa perubahan. Jika
menurutnya, 10 orang pemuda saja bisa mengguncang Dunia, tentu 1 orang pemuda
bisa mengguncang Indonesia, jika 10 saja sudah cukup mengguncang Dunia.
Dan perkataannya pun terbukti benar, sudah banyak pemuda
Indonesia yang mengguncang Indonesia bahkan Dunia. Sebut saja, BJ Habibie dalam
bidang teknologi pesawat terbang, Alan Budi Kusuma, sang jawara dalam bidang
olahraga bulu tangkis dan masih banyak lainnya pemuda Indonesia pengguncang
Dunia. Mereka mengguncang Dunia saat mereka masih menjabat sebagai pemuda.
Berangkat dari itulah, selagi saya masih menyandang
predikat pemuda Indonesia, saya ingin mengguncang Dunia. Tak ingin muluk-muluk
minimal Dunia saya sendiri yaitu, lingkungan dimana pun saya tinggal. Lantas
dengan cara apa? Alih-alih bertanya demikian kepada diri saya sendiri, saya pun
menemukan jawabannya, bermanfaat bagi sesama.
Mengutip salah satu hadist Rasulullah SAW yang
diriwayatkan oleh Bukhari, dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang
paling bermanfaat bagi sesama, secara tidak langsung menjadi bermanfaat
bagi sesama juga berarti saya mengikuti sunnah Rasulullah. Karena itu pula,
saya ingin meluruskan niat untuk bermanfaat untuk masyarakat, bermanfaat dalam
persepsi saya adalah berwirausaha.
Kenapa wirausaha? Karena pekerjaan manusia paling mulia
di Dunia pun adalah seorang pengusaha. Muhammad SAW dulunya juga seorang
pengusaha yang sukses saat berumur 25 tahun. Bukankah umur 25 tahun tergolong
masih termasuk predikat pemuda?
Lalu, dari bercita-cita menjadi pengusaha. Saya pun
mempunyai mimpi untuk Indonesia. Bahkan saya pernah dengar Negara bisa
dikatakan maju dan makmur jika 2% rakyatnya adalah seorang pengusaha. Mimpi
saya yang pertama untuk Indonesia pun adalah menjadi bagian dari 2% itu untuk
memajukan dan memakmurkan Indonesia.
Mimpi saya yang pertama untuk Indonesia adalah menjadi
pengusaha. Dimana menjadi pengusaha, saya bisa membuka peluang pekerjaan untuk
masyarakat yang membutuhkan. Intinya mengejar kebermanfaatan bagi sesama dengan
membuka lapangan pekerjaan. Karena Tuhan pun menurunkan Adam ke bumi untuk
menjadi khalifah atau pemimpin.
Kemudian, mimpi saya yang kedua untuk Indonesia adalah mempunyai
usaha yang bermanfaat. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan tapi pekerjaan
yang saya wenangkan ke orang juga harus bermanfaat. Istilahnya, tetap untuk
kebermanfaatan bagi sesama. Karena tidak semua lapangan pekerjaan memberikan
kebermanfaatan untuk pekerjanya sendiri.
Setelah itu, mimpi saya yang ketiga untuk Indonesia
adalah kesejahteraan masyarakat dengan penghargaan. Saya menginginkan usaha
yang saya jalankan memberikan penghargaan untuk mereka yang berhak untuk
dihargai. Penghargaan yang saya berikan bisa saja berupa beasiswa tertanggung
atau umroh ke tanah suci bagi siapa saja yang memberikan kebermanfaatan untuk
sesama juga. Tentunya, termasuk kepada pekerja saya yang berdedikasi. Walau pun
masih berskala kecil dalam lingkup lingkungan sekitar.
Lalu, mimpi saya yang keempat adalah menulis sejarah.
Tidak hanya harus pintar membaca, masyarakat juga harus pintar menulis. Karena
buku sebagai jendela dunia pun dimulai dari sebuah tulisan. Karena tulisan akan
hidup walau pun seseorang sudah mati, istilahnya penulis hilang tulisan tetap.
Karena tulisan juga termasuk sejarah. Dari mimpi ini saya bercita-cita akan ada
sebuah gerakan, Gerakan Indonesia Menulis.
Selanjutnya, mimpi saya yang kelima untuk Indonesia
adalah pendidikan yang tepat berbasis kewirausahaan. Seorang Donald Trump
pernah mengatakan, jika kamu terlahir miskin itu bukan salah anda, namun jika
anda mati miskin itu salah anda. Semua orang setuju pendidikan adalah jalan
mencerdaskan bangsa. Namun tidak hanya cerdas, pendidikan juga harus
mencerdaskan dan mengkayakan. Mimpi saya yang kelima adalah memberi pendidikan
yang tepat berbasis kewirausahaan. Dengan cara? Memberikan pengajaran
kewirausahaan kepada anak-anak kecil atau kelas pengusaha.
Sementara itu, untuk mimpi saya yang keenam untuk
Indonesia adalah program kesehatan terpadu. Dimana kesehatan terpadu adalah
kesehatan yang dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu dari para
pengusaha lainnya untuk ikut membantu kesehatan masyarakat. Kesehatan terpadu
bisa saja berupa Rumah Sakit khusus yang dibangun dari donasi para pengusaha
untuk selanjutnya akan terus didonasikan dari kalangan pengusaha.
Terakhir, mimpi saya yang ketujuh untuk Indonesia adalah
program Give More Take Less (GMTL)
atau memberi banyak mengambil sedikit. Istilahnya adalah bersedekah. Dari hasil
gaji atau penghasilan lebih banyak diberikan kepada orang yang membutuhkan lalu
diambil sedikit secukupnya untuk kebutuhan. Tentunya program seperti ini ingin
saya terapkan pada usaha yang saya jalankan. Dan juga bisa mengalokasikan dana
yang disalah gunakan atau dikorupsi dikembalikan lagi kepada rakyat.
Semua ketujuh mimpi saya untuk Indonesia itu tidak akan
tercapai jika saya hanya bergerak sendiri, peran saya hanya menjadi pelopor
untuk memulainya. Karena memulai adalah sesuatu yang sulit, maka daripada itu dukungan dari berbagai
elemen saya harap bisa menjadi awal yang baik
untuk saya mewujudkan mimpi itu. aamiin
0 comment :
Posting Komentar