2014

Selasa, 19 Agustus 2014

Mimpi Saya Untuk Indonesia



Masih teringat dalam pikiran saya ucapan Founding Father Indonesia yang pertama, Ir Soekarno, beliau pernah mengatakan, berikan aku 1000 orang tua maka akan aku cabut Semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda maka akan aku guncang dunia. Walaupun saya tentu tidak hadir pada saat ia mengatakan demikian, namun perkataannya sungguh membekas dalam benak saya. Betapa tidak? Dari perkataannya pun saya menganalisa, bahwa Soekarno pun menyadari hanya pemuda lah yang bisa membawa perubahan. Jika menurutnya, 10 orang pemuda saja bisa mengguncang Dunia, tentu 1 orang pemuda bisa mengguncang Indonesia, jika 10 saja sudah cukup mengguncang Dunia.
Dan perkataannya pun terbukti benar, sudah banyak pemuda Indonesia yang mengguncang Indonesia bahkan Dunia. Sebut saja, BJ Habibie dalam bidang teknologi pesawat terbang, Alan Budi Kusuma, sang jawara dalam bidang olahraga bulu tangkis dan masih banyak lainnya pemuda Indonesia pengguncang Dunia. Mereka mengguncang Dunia saat mereka masih menjabat sebagai pemuda.
Berangkat dari itulah, selagi saya masih menyandang predikat pemuda Indonesia, saya ingin mengguncang Dunia. Tak ingin muluk-muluk minimal Dunia saya sendiri yaitu, lingkungan dimana pun saya tinggal. Lantas dengan cara apa? Alih-alih bertanya demikian kepada diri saya sendiri, saya pun menemukan jawabannya, bermanfaat bagi sesama.
Mengutip salah satu hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama, secara tidak langsung menjadi bermanfaat bagi sesama juga berarti saya mengikuti sunnah Rasulullah. Karena itu pula, saya ingin meluruskan niat untuk bermanfaat untuk masyarakat, bermanfaat dalam persepsi saya adalah berwirausaha.
Kenapa wirausaha? Karena pekerjaan manusia paling mulia di Dunia pun adalah seorang pengusaha. Muhammad SAW dulunya juga seorang pengusaha yang sukses saat berumur 25 tahun. Bukankah umur 25 tahun tergolong masih termasuk predikat pemuda?
Lalu, dari bercita-cita menjadi pengusaha. Saya pun mempunyai mimpi untuk Indonesia. Bahkan saya pernah dengar Negara bisa dikatakan maju dan makmur jika 2% rakyatnya adalah seorang pengusaha. Mimpi saya yang pertama untuk Indonesia pun adalah menjadi bagian dari 2% itu untuk memajukan dan memakmurkan Indonesia.
Mimpi saya yang pertama untuk Indonesia adalah menjadi pengusaha. Dimana menjadi pengusaha, saya bisa membuka peluang pekerjaan untuk masyarakat yang membutuhkan. Intinya mengejar kebermanfaatan bagi sesama dengan membuka lapangan pekerjaan. Karena Tuhan pun menurunkan Adam ke bumi untuk menjadi khalifah atau pemimpin.
Kemudian, mimpi saya yang kedua untuk Indonesia adalah mempunyai usaha yang bermanfaat. Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan tapi pekerjaan yang saya wenangkan ke orang juga harus bermanfaat. Istilahnya, tetap untuk kebermanfaatan bagi sesama. Karena tidak semua lapangan pekerjaan memberikan kebermanfaatan untuk pekerjanya sendiri.
Setelah itu, mimpi saya yang ketiga untuk Indonesia adalah kesejahteraan masyarakat dengan penghargaan. Saya menginginkan usaha yang saya jalankan memberikan penghargaan untuk mereka yang berhak untuk dihargai. Penghargaan yang saya berikan bisa saja berupa beasiswa tertanggung atau umroh ke tanah suci bagi siapa saja yang memberikan kebermanfaatan untuk sesama juga. Tentunya, termasuk kepada pekerja saya yang berdedikasi. Walau pun masih berskala kecil dalam lingkup lingkungan sekitar.
Lalu, mimpi saya yang keempat adalah menulis sejarah. Tidak hanya harus pintar membaca, masyarakat juga harus pintar menulis. Karena buku sebagai jendela dunia pun dimulai dari sebuah tulisan. Karena tulisan akan hidup walau pun seseorang sudah mati, istilahnya penulis hilang tulisan tetap. Karena tulisan juga termasuk sejarah. Dari mimpi ini saya bercita-cita akan ada sebuah gerakan, Gerakan Indonesia Menulis.
Selanjutnya, mimpi saya yang kelima untuk Indonesia adalah pendidikan yang tepat berbasis kewirausahaan. Seorang Donald Trump pernah mengatakan, jika kamu terlahir miskin itu bukan salah anda, namun jika anda mati miskin itu salah anda. Semua orang setuju pendidikan adalah jalan mencerdaskan bangsa. Namun tidak hanya cerdas, pendidikan juga harus mencerdaskan dan mengkayakan. Mimpi saya yang kelima adalah memberi pendidikan yang tepat berbasis kewirausahaan. Dengan cara? Memberikan pengajaran kewirausahaan kepada anak-anak kecil atau kelas pengusaha.
Sementara itu, untuk mimpi saya yang keenam untuk Indonesia adalah program kesehatan terpadu. Dimana kesehatan terpadu adalah kesehatan yang dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu dari para pengusaha lainnya untuk ikut membantu kesehatan masyarakat. Kesehatan terpadu bisa saja berupa Rumah Sakit khusus yang dibangun dari donasi para pengusaha untuk selanjutnya akan terus didonasikan dari kalangan pengusaha.
Terakhir, mimpi saya yang ketujuh untuk Indonesia adalah program Give More Take Less (GMTL) atau memberi banyak mengambil sedikit. Istilahnya adalah bersedekah. Dari hasil gaji atau penghasilan lebih banyak diberikan kepada orang yang membutuhkan lalu diambil sedikit secukupnya untuk kebutuhan. Tentunya program seperti ini ingin saya terapkan pada usaha yang saya jalankan. Dan juga bisa mengalokasikan dana yang disalah gunakan atau dikorupsi dikembalikan lagi kepada rakyat.
Semua ketujuh mimpi saya untuk Indonesia itu tidak akan tercapai jika saya hanya bergerak sendiri, peran saya hanya menjadi pelopor untuk memulainya. Karena memulai adalah sesuatu yang sulit, maka daripada itu dukungan dari berbagai elemen saya harap bisa menjadi awal yang baik untuk saya mewujudkan mimpi itu. aamiin

Sabtu, 22 Maret 2014

Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan


Bismillahirrohmanirrohim

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjN_tocByU6zfZJiDA-PKaapfuqCO23ITluwJpED9ZP_wg9ncNGAMa0DEFFnO3F8l1ry3cc74csLB9Is41eH44Jxlvp72PhcmFgs4nxy5oBksQzC8Zb42sNBiXYEJolRCs1O3Ej87L8Ag/s1600/cara-sukses.jpg 
 
Saat sedang menaiki motor, saya kepikiran dengan cobaan yang Allah berikan kepada saya. Entah apakah ini cobaan atau Dia sedang menunjukkan betapa sayang-Nya Dia kepada hamba-Nya yang lemah dan lalai dalam mengingat-Nya.

Saya pun teringat dengan surat Al-Insyirah dimana dalam surat itu. ayat Fa inna ma’al usri yusra Inna ma’al usri yusra yang artinya Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan diulang dua kali.

Yang saya tangkap dari ayat itu. Allah memberikan kesulitan pasti disertai dengan kemudahan, begitu pula dengan sebaliknya. Lalu Allah mempertegas lagi dengan bukti Dia mengulang lagi kalimat itu. Maka benarlah dan saya yakini setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Lalu lanjutan ayat itu, fa idza faraghta fanshab yang artinya Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).

Saya pun mencerna maksud ayat tersebut, dan benarlah alasan-alasan orang sukses dan kaya itu karena memang setelah mengalami kegagalan akan mengalami kesuksesan dan mereka tidak berhenti mencoba dan tetap bekerja keras. Hingga dalam surat Al-Insyirah Allah membuktikan janji-Nya dengan memberikan kesuksesan atau kemudahan setelah kesulitan atau kegagalan.

Lalu surat itu pun ditutup, dengan ayat wa ilaa rabbika farghab yang artinya  dan hanya kepada Tuhanmu-lah engkau berharap.

Saya pun kembali mencerna ayat tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, pasti semua pernah merasakan bahwa berharap kepada manusia atau selain Allah SWT pasti mendapat kekecewaan. Tidak usah jauh-jauh kadang kita berharap kepada teman kita untuk menolong. Tapi nyatanya, saat kita berharap ia menolong kita, seringkali malah sebaliknya. Betul kan? Memang benar, tidak ada tempat bergantungnya harapan atau mimpi selain kepada Allah SWT.

Ayat penutup surat itu benar-benar mengajarkan rumus sukses menurut saya. Dimana rumusnya adalah sebagai berikut




Diantara panah hitam itu, selipkan harapan hanya kepada Allah SWT agar usaha atau ikhtiar yang kita jalani disukseskan oleh Allah SWT. Mungkin usaha kita sering gagal karena kita lupa menyelipkan harapan kepada Allah SWT untuk mensukseskan ikhtiar kita.

Sungguh Alqur’an itu adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Wallahu alam bishawab

Rabu, 29 Januari 2014

MUHAMMAD SEORANG RESELLER


Bismillahirrohmanirrohim,


Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Tulisan yang berjudul Muhammad Seorang Reseller ini adalah mengenai kepribadian seorang Muhammad SAW atau Rasulullah sebagai pribadi pengusaha. Semoga isi dari tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Menginjak usia 12 tahun, Muhammad kecil sudah belajar sekaligus bekerja sebagai seorang penggembala. Dengan profesi ini secara tidak langsung dia menempa jiwa-jiwa dasar yang nantinya dia butuhkan saat menjadi dewasa kelak, dari segi jiwa kepemimpinan, jiwa sosialisasi, dan jiwa pekerja keras.

Dari kecil ia sudah berani mengambil resiko menjalani pekerjaan ini disaat anak-anak lain masih huru-hara bermain. Ia lebih memilih menjadi seorang penggembala yang menandakan ia sudah memiliki bakat entrepreneur, berani mengambil resiko.

Dimana dari menjadi penggembala ini ia diibaratkan sebagai seorang karyawan yang menempa dirinya.

Selang 3 tahun lamanya ia menjadi seorang penggembala atau karyawan. Di umur yang ke 15 tahun, ia mulai belajar berdagang melalui pamannya. Terbukti bahkan seorang nabi pun juga belajar, ia tidak serta merta langsung terjun menjadi pengusaha tanpa tahu ilmunya.

Ibarat sebuah kendaraan, kendaraan yang mewah dan besar pasti perlu ilmunya. Mengayuh becak mungkin tidak perlu ilmu, mengayuh sepeda mungkin tidak perlu ilmu juga, cukup mengandalkan keterampilan dan usaha.

Namun tidak untuk mengendarai pesawat, perlu ilmu untuk menerbangkannya.

Jika bisnis besar diibaratkan pesawat, begitu pula untuk menjadikan bisnis besar juga perlu ilmu. Muhammad yang berusia 15 tahun itu pun belajar bagaimana berbisnis atau berdagang langsung dari pamannya, Abu Thalib seorang saudagar Mekkah yang disegani.

Disegani bisa karena ia orang yg berbudi pekerti, tokoh masyarakat ataupun seorang saudagar yang sukses dan kaya.

Dikaji dari segi pelajaran atau ilmu, belajar pun harus dengan orang yang berkompeten dibidangnya.
Sama halnya Muhammad yang belajar berdagang langsung dari pedagangnya yang tidak lepas juga ia mendapat berbagai macam pelajaran. Juga dari pedagang lain karena berada dalam lingkaran pedagang pula.

Seperti halnya kata orang bijak “Lingkungan membentuk karaktermu” tinggal di lingkungan mayoritas pedagang Mekkah menjadikan Muhammad yang waktu itu mempunyai berbagai pengalaman sehingga ia berhasil membesarkan bisnisnya sendiri hingga ke pelosok jazirah Arab.

Adapun jazirah Arab yang sudah terjangkau olehnya adalah Syam, Syiria, Persia, Ethiopia. Jika kita lihat di peta Dunia sekarang. Wilayah-wilayah tersebut sudah masuk ke dalam negara yang berbeda.

Bayangkan saja Muhammad yang pada waktu itu masih muda berkisar umur 15-25 tahun sudah berhasil melebarkan sayap bisnisnya ke seluruh pelosok negeri. Subhanallah, Maha Suci Allah.

Tapi ada suatu yang menarik dari sistem bisnis Muhammad ini, Muhammad seorang pedagang adalah seorang yang hanya menjualkan lagi barang yang didapatnya atau mendistribusikannya ke daerah lain.

Di zaman modern ini biasa dipanggil seorang Reseller.

Bayangkan saja dari seorang Reseller ia berhasil menjadi pemuda yang kaya raya. Terbukti saat melamar Khadijah ra. Muhammad menghibahkan mas kawin sebanyak 70 unta merah. 1 unta merah bisa mencapai 1 limosin bila dirupiahkan sekarang (dari buku Muhammad sebagai Pedagang)

Betapa pintarnya Nabi kita ini, Junjungan kita ini, Teladan kita ini, Kekasih Allah satu ini, Rasul Allah yang dimuliakan ini.

Ia secara tidak langsung dan langsung sudah memberikan rumus kepada umatnya bagaimana menjadi kaya melalui perdagangan.

Menjadi seorang Reseller pun bisa menjadikan Muhammad seorang yang kaya raya. Tentunya dengan ilmu bisnis yang ia punya.

Bahkan ilmu bisnis yang paling paten diterapkannya adalah kepercayaan yang timbul dari kejujuran. Wajarlah Nabi Muhammad menjadi kaya melalui berdagang karena ia telah mendapat gelar Al-Amin (Yang jujur) jauh sebelum menjadi nabi.

Gelar itupun di dapat dari para masyarakat sekitar, bukan melalui perguruan tinggi seperti zaman sekarang.

Kaitkan saja dengan lulusan perguruan tinggi negeri yang bergelar sarjana tapi tidak kaya juga. Gelarnya jauh tertinggal dengan gelar Al-Amin yang dimiliki Muhammad yang sewaktu itu seorang pedagang.

Gelar yang didapatnya pun tidak perlu mengejar 144 sks atau mengejarkan skripsi. Betapa teladannya engkau, Ya Rasulullah.

Nabi mana lagi yang pernah mencontohkan dan mengajarkan umatnya menjadi kaya?
Jika nabi Sulaiman mengajarkan umatnya kaya dengan menjadi raja.
Jika nabi Yusuf mengajarkan umatnya menjadi kaya dengan menjadi menteri.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya menjadi kaya hanya melalui berdagang. Allahumma shalli ala Muhammad wa’ala ali Muhammad.

Bahkan Rasulullah pun mengajarkan umatnya untuk menjadi kaya, karena dengan kaya kita bisa lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Berjuang di jalan Allah yang paling mudah adalah dengan harta atau uang

Bukankah berhaji, sedekah, memberikan yatim piatu itu membutuhkan uang?
Bukankah membangun masjid rumah Allah yang megah, menjadi donator masjid juga butuh uang?
Bukankah membangun sekolah, mendirikan yayasan rumah sakit juga membutuhkan uang?

Sudahlah, hanya orang picik yang beranggapan orang miskin lebih dekat dirinya kepada Tuhan.
Jika disuruh memilih, apakah kita mau dekat dengan Allah SWT dengan hubungan si miskin yang masuk surga dengan dekat kepada Tuhannya?

Atau

Si kaya yang masuk surga dengan dekat kepada Tuhannya? (tentunya dengan membelanjakan hartanya di jalan Allah)

Lalu si miskin bisa membelanjakan apa di jalan Allah? Jika untuk hidup saja dia susah.

Jika tulisan ini terlalu menghardik orang miskin, bukan karena merendahkan tapi membuka mata yang masih merasa miskin untuk menjadi kaya. Kaya di jalan Allah SWT.

Dalam suatu hadist, Rasulullah pun pernah bersabda “Berdaganglah engkau karena 9/10 pintu rezeki itu dari berdagang”

Bukankah memang terbukti, dunia ini digerakkan oleh sistem perdagangan?

Dan tidak lain tidak bukan, nama lain pedagang di zaman sekarang adalah pengusaha atau entrepreneur.

Senin, 06 Januari 2014

WTS : Schedule Board


(✿ˆ▽ˆ) Ready Stock, BUKAN PRE - ORDER !! 
(Barang sudah ada di saya, Tinggal Kirim/Antar) 
MAU JUAL LAGI ? ADA HARGA KHUSUS LHO .. MINAT ? INBOX ! ^^

~(‾⌣‾~) ♬ℓα ℓα ℓα ♬(~‾⌣‾)~ 
"SCHEDULE BOARD & WHITEBOARD 2 IN 1" 
Bagian Depan bisa buat jadwal schedule
Bagian Belakang bisa sebagai papan tulis putih serbaguna...

Jangan takut papan bisa diapus kok, Terbuat dari karton tebal bisa dibawa kemana aja dan bisa ditempel dimana aja (pssst....asal tempatnya muat)

HARGA : 25.000,- / Pcs

RESELLER WELCOME!!!

Cocok Banget Buat Ngingetin Kamu Tentang :
- Tanggal Special (ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)
- Tanggal Deadline ε=ε=ε=ε=ε=ε=┏(*´∀`)┛ 
- Jadwal Hang Out Bareng Temen2 \(^▼^)/ \(^▼^)/ \(^▼^)/ 
- Daftar Tugas yang Harus Segera Diselesaikan (˘︶˘✿) 
Pokonya Banyak Banget Deh Manfaatnya !!! 

Cara Order : 
SMS : 081929444749
LINE : irvancwa

*COD Surabaya Timur , FREE ONGKIR*
*Luar Surabaya, Harga Belum Termasuk Ongkir*
(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ) Monggooooo masss (ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ) 
ε=ε=ε=ε=ε=ε=┏(*´∀`)┛